Konsep Dasar Filsafat Ilmu

Filsafat dalam Bahasa Inggris, yaitu :philosophy, adapun istilah filsafat berasal dari Bahasa Yunani : philosophia, yang terdiri atas dua kata : philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan, ketrampilan, pengalaman praktis, intelegensi). Jadi, secara etimologi, filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau kebenaran (love of wisdom)
Sedangkan pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan itu. Jadi dapat kita tarik kesimpulan bahwa filsafat ilmu itu adalah penyelidikan tentang cirri-ciri mengenai pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperoleh pengetahuan tersebut.
Filsafat memiliki beberapa tujuan yang juga perlu kita ketahui. Tujuan-tujuan tersebut antara lain: 
* Mendalami unsure-unsur pokok ilmu, sehingga secara menyeluruh kita dapat memahami sumber, hakikat dan tujuan ilmu. 
* Memahami sejarah pertumbuhan, perkembangan, dan kemajuan ilmu di berbagai bidang, sehingga kita mendapati gambaran tentang proses ilmu kontemporer secara histories.
* Menjadi pedoman bagi para dosen dan mahasiswa dalam mendalami studi di perguruan tinggi, terutama untuk membedakan persoalan ilmiah dan nonilmiah. 
* Mendorong para calon ilmuwan dan ilmuan untuk konsisten dalam mendalami ilmu dan mengembangkannya. 
* Mempertegas bahwa dalam persoalan sumber dan tujuan antara ilmu dan agama tidak ada pertentangan.
    Ruang Lingkup Objek Filsafat Ilmu
    Ontologi: Ontologi merupakan azas dalam menetapkan batas ruang lingkup yang menjadi objek penelaahan serta penafsiran tentang hakikat realitas (metafisika). Ontologi meliputi permasalahan apa hakikat ilmu,apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang inheren tentang kenyataan itu, yang tidak terlepas dari pandangan tentang apa dan bagaimana yang ada (being) itu.
    Ada beberapa pertanyaan ontologis yang melahirkan aliran-aliran dalam filsafat. Misalnya pertanyaan : Apakah yang ada itu?, bagiamanakah yang ada itu?, dan dimanakah yang ada itu?.
    Epistemologi: Epistemologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal-muasal, metode-metode dan sahnya ilmu pengetahuan.
    Terdapat tiga persoalan pokok dalam bidang Epistemologi:
    * Apakah sumber pengetahuan itu ? Darimanakah datangnya pengetahuan yang benar itu ? dan Bagaimanakah cara mengetahuinya ?
    * Apakah sifat dasar pengetahuan itu ? Apa ada dunia yang benar-benar diluar pikiran kita ? dan Kalau ada apakah kita bisa mengatahuinya ?
    * Apakah pengetahuan itu benar (valid) ? Bagaimana kita membedakan yang benar dari yang salah ?
    Aksiologi: Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang pada umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan. Aksiologi meliputi nilai-nilai, parameter bagi apa yang disebut sebgai kebenaran atau kenyataan itu, sebagaimana kehidupan kita yang menjelajahi kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan fisik materiil, dan kawasan simbolik yang masing-masing menunjukan aspeknyasendiri-sendiri. Lebih dari itu, aksiologi juga mennjukan kaidah-kaidah apa yang harus kita perhatikan di dalam menerapkan ilmu kedalam praksis.

    1 comments:

    Untuk melengkapi informasi di atas bisa dilihat pada site :
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2449/1/046.pdf

    Poskan Komentar